Peninggalan purbakala Suku Dayak Maanyan
Daftar isi
- 1 Hujung Panti
- 2 Pengambangan, Banjarmasin Timur, Banjarmasin
- 3 Pulau Banyar Kayutangi
- 4 Belontang
- 5 Gunung Pematon
- 6 Sumur Pahit
- 7 Pemukiman Nansarunai kuno
- 8 Pulau Kadap
- 9 Candi Laras
- 10 Negara, Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan
- 11 Candi Agung di Amuntai Tengah, Hulu Sungai Utara
- 12 Banyu Hirang, Danau Panggang, Hulu Sungai Utara
- 13 Pasar Arba, Banua Lawas, Tabalong
Hujung Panti
Sebuah tonggak kayu yang dinamakan "Hujung Panti", gunanya ialah
tempat orang Maanyan kuno memandikan anak disungai untuk pertama kalinya
yang disebut "
Mubur Walenon'. Tonggak kayu itu dipakai hingga abad ke-14, terletak di sebelah barat laut kota Banjarmasin.
Pengambangan Banjarmasin Timur
Di km 3, masuk sejauh kurang lebih 800 m kekiri jalan arah Martapura,
terdapat sebuah tempat yang dinamakan Pangambangan. Pada daerah seluah 1
ha, terdapat permukaan tanah yang bersih, karena tidak terdapat satupun
pepohonan yang bisa tumbuh. Diduga di situlah tempat pemukiman orang
Maanyan yang pertama yang dipercaya oleh mereka, sebagai bekas bangunan
Balai Adat hingga abad ke-16.
Pulau Banyar Kayutangi
Kebun buah-buahan yang dinamakan Pulau Banyar Kayutangi, tempat
pemukiman orang Maanyan hingga awal abad ke-16. Di sini masih terdapat
tiang-tiang bekas rumah kuno, terbuat dari kayu besi yang masih tersisa
sampai sekarang, terletak 24 km dari kota Banjarmasin arah ke lapangan
terbang Syamsuddin Noor.
Belontang
Tempat ditemukan Belontang dan makam kuno dari kayu besi terletak di
Liang Anggang. Belontang dalam adat orang Maanyan adalah sebagai
simbolis arwah orang yang sudah meninggal diadakan pesta adat secara
sempurna.
Gunung Pematon
Gunung Paramaton atau gunung Madu-Maanyan, tempat penyimpanan pusaka kerajaan Nansarunai, sesudah dirampas kembali dari
Tanjung Negara atau
Banjarmasin pada tahun 1362.
Sumur Pahit
Di kota
Martapura terdapat
Belontang
dan sumur kuno yang dinamakan Sumur Pahit, peninggalan orang Ma'anyan
hingga abad ke-14. Sewaktu penggalian saluran pengairan dari waduk Riam
Kanan ke arah Banjar Baru terdapat kuburan kuno orang Ma'anyan yang
dipakai hingga abad ke-16.
Pemukiman Nansarunai kuno
Di km 24 dari
Martapura
ke arah Rantau, 150 m kanan jalan terdapat sebuah gua dan tanah yang
sedikit ditumbuhi pepohonan. Diduga tempat itu adalah bekas pemukiman
yang disebut Nansarunai kuno hingga awal abad ke-13, dan belum mengenal
pemerintahan sistem raja. Sesudah Nansarunai dipindahkan ke Banua Lawas,
baru timbul pemerintahan dalam bentuk kerajaan serta lahirnya hukum
adat yang dipakai oleh orang Maanyan hingga sekarang.
Pulau Kadap
Daerah yang dinamakan Pulau Kadap, yaitu tempat pemusatan
prajurit-prajurit Nansarunai, sebelum perang Nansarunai ke-2 tahun 1362.
Candi Laras
Di daerah Margasari, terdapat
candi Laras
tempat pemujaan agama Hindu Syiwa, dari kerajaan Negara dipa abad ke-14
hingga abad ke-16. Di sini terdapat juga sebuah patung batu, berupa
ujud kepala babi sebagai
prasasti yang dibuat oleh orang Maanyan tahun 1363.
Negara, Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan
Desa Negara, adalah tempat pemukiman bekas prajurit-prajurit Majapahit, terdiri dari orang
Majapahit sendiri, orang
Madura, orang
Bugis dan orang-orang Nansarunai, setelah selesai perang Desember 1362, di sini terdapat :
- Para pandai besi yang ahli dalam pembuatan kapal-kapal serta peralatan rumah tangga lainnya.
- Para ahli pembuat tembikar, kenong atau gamelan dan gelang untuk
tarian wadian Bawo dan wadian Dadas. Khusus untuk gamelan mereka buat
memakai lima nada, yaitu do, re, mi, sol dan la ialah nada-nada yang
dipakai oleh orang Maanyan dalam musik.
- Terdapat sebuah sumur kuno yang airnya berwarna merah, sebagai prasasti peristiwa perang Desember 1362.
Candi Agung di Amuntai Tengah, Hulu Sungai Utara
Di kota
Amuntai, terdapat
Candi Agung yaitu tempat pemujaan
agama Hindu Syiwa pada abad ke-14 dan
Tambak wasi, yaitu tempat pembakaran mayat para prajurit Majapahit korban perang Nansarunai ke-1 pada bulan
April 1358.
Banyu Hirang, Danau Panggang, Hulu Sungai Utara
Bertempat di Banyu Hirang, diselatan Kecamatan Danau Panggang terdapat :
- Beberapa kuburan massa yang disebut Tambak, yaitu tempat penguburan para prajurit Nansarunai dan Majapahit korban perang Desember 1362.
- Pada tahun 1953, pernah ditemukan oleh seorang penjala ikan yang
bernama Abdullah Wahab sebuah tiang kapal tertimbun lumpur sedalam
sekitar 1 m dari permukaan air. Jalanya tersangkut pada tiang kapal yang
belum dia ketahui sejarahnya. Tempat ia menjala ikan tersebut yaitu
sebuah danau yang dinamakan Telaga Silaba, di selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Pasar Arba, Banua Lawas, Tabalong
Di Pasar Arba atau Banua Lawas, adalah tempat
kerajaan Nansarunai dari tahun
1309-
1358, di sini terdapat peninggalan kuno antara lain :
- Makam raja Raden Anyan atau terkenal dalam sejarah lisan orang Maanyan mereka sebut Am'mah Jarang. Terletak di belakang masjid tua Banua Lawas.
- Sumur Tua tempat Raden Anyan gugur ditumbak oleh Laksamana Nala, tertutup lantai mesjid.
- Pohon Kamboja besar-besar, sebanyak tujuh pohon, terletak di
belakang mesjid tua tersebut, sebagai peringatan moksanya tujuh orang
putera Raden Anyan yaitu; Jarang, Idong, Pan'ning, Engko, Engkai, Liban
dan Bangkas.
- Terdapat sebuah sumur tua sekitar 1 km arah barat kota kecamatan
Banua Lawas yang disebut Sumur Am'mah Jarang, nama kecil Raja Raden
Anyan,digunakan khusus bagi anggota keluarga kerajaan Nansarunai. sumber : Dinung hang ina